Jumat, 08 Februari 2013

Belum tahukan...ONE DAY APPROVAL KPR - PUMPKB BTN


JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki rumah melalui kredit kepemilikan rumah (KPR) yang bisa diterima (approve) dalam waktu satu hari. Kemudahan ini diberikan BTN dalam rangka pameran perumahan BTN Property Expo 2013 yang berlangsung di Hall A dan B Jakarta Convention Center (JCC) pada 2-10 Februari 2013.

"Dalam BTN Property Expo 2013 ini, selain merupakan pameran properti terbesar yang pernah kami selenggarakan, di sini juga banyak kemudahan dan fasilitas yang bisa dinikmati masyarakat, salah satunya yakni One Day Approval untuk KPR," kata Managing Director BTN Irman Zahiruddin saat konferensi pers di JCC, Sabtu (2/2/2013).

Perihal teknisnya, Irman menjelaskan, pengajuan KPR One Day Approval ini tidak berbeda jauh dengan pengajuan KPR pada umumnya. Di mana tetap ada syarat-syarat wajib yang harus dipenuhi oleh si calon pemohon KPR. "Seperti kelengkapan administrasi berupa KTP, data diri lengkap, bukti pendapatan, prinsip persetujuannya harus terpenuhi semua dan pastinya lulus BI Checking," kata Irman.

Lebih lanjut dia memaparkan, jika semua persyaratan wajib dalam mengajukan KPR telah dipenuhi, maka calon pemohon akan langsung bisa diproses untuk mengajukan kredit.

Selain itu, BTN juga menawarkan jangka waktu kredit hingga 25 tahun, suku bunga 7,49 persen fix selama dua tahun pertama, uang muka 10 persen untuk rumah dengan luas bangunan kurang dari 70 meter persegi (m2), bebas biaya administrasi, diskon provisi 50 persen, dan diskon biaya asuransi 40 persen.

Pameran ini diikuti lebih dari 220 pengembang, dan membawa serta 400 lebih lokasi perumahan di seluruh Indonesia.  Harga rumah yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp65 juta hingga miliaran rupiah.

"Kami pastikan semua pengembang yang memamerkan produk propertinya di sini, sudah terlebih dahulu diuji kelayakannya dan bukan proyek fiktif. Jadi, masyarakat tidak perlu cemas," tutup dia. (NJB)

Sumber : okezone.com 

Rabu, 06 Februari 2013

Cek Syarat KPR - FLPP


Memiliki tempat tinggal yang layak adalah hak semua orang. Karena itu, pemerintah lewat Kementerian Perumahan Rakyat bekerja sama dengan bank-bank umum dan bank pembangunan daerah menyediakan fasilitas KPR-FLPP bagi masyarakat.

KPR-FLPP adalah Kredit Pemilikan Rumah Melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dari pemerintah pusat melalui bank pelaksana. Kredit ini secara khusus ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), baik yang memiliki penghasilan tetap maupun tidak tetap.

MBR dapat membeli rumah menggunakan fasilitas ini dari pengembang berbadan hukum atau pengembang perorangan. KPR-FLPP memberikan suku bunga 7,25% dan bernilai tetap selama jangka waktu KPR, termasuk premi asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.
Adapun jangka waktu KPR skema FLPP maksimal 20 tahun. Harga rumah yang disebut Rumah Sejahtera Tapak dibagi menjadi 4 golongan. Wilayah I di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi maksimal Rp 88 juta. Wilayah II di Kalimantan, Kepulauan Maluku, dan Kepulauan Nusa Tengga maksimal Rp 95 juta. Wilayah III meliputi Papua dan Papua Barat maksimal Rp 145 juta. Wilayah Khusus meliputi Bali, Jabodetabek, Batam, Bintan dan Karimun maksimal Rp 95 juta.

Syarat KPR-FLPP
Sampai saat ini, masih banyak masyarakat belum mengetahui kehadiran KPR berskema FLPP ini. Ditemui Kompas.com di BTN Property Expo Selasa (5/2/2013), seorang pengunjung beranam Guntur misalnya, mengaku, hanya tahu sedikit soal KPR FLPP. Baik ia dan isterinya sepakat mencari rumah yang bersinergi dengan program KPR FLPP lantaran mereka mencari rumah dengan harga di kisaran Rp 100 juta - Rp 150 juta.
"Saya dengar dari teman, bahwa dia baru saja dapat rumah di daerah Depok dengan program (FLPP) ini. Saya mengerti sedikit (soal FLPP), tapi syaratnya tidak mudah," ujar Guntur.

Memang, anggota masyarakat yang ingin memperoleh KPR-FLPP tidak mudah karena harus memenuhi persyaratan tertentu. Beberapa persyaratan itu meliputi:
  1. Termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan penghasilan tetap atau tidak tetap maksimal sebesar Rp 3,5 juta perbulan.
  2. Pemohon melampirkan fotokopi KTP, NPWP, dan SPT Tahunan Orang Pribadi atau surat pernyataan penghasilan dari instansi tempat bekerja.
  3. Pemohon diminta membuat surat pernyataan bertanda tangan di atas materai. Surat tersebut berisi pernyataan penghasilan tidak melebihi ketentuan, menggunakan sendiri Rumah Sejahtera Tapak sebagai tempat tinggal, kesediaan untuk tidak memindahtangankan Rumah Tapak sebelum 5 tahun, serta pernyataan bahwa belum pernah menerima subsidi perumahan melalui kredit pemilikan rumah.
  4. Pemohon harus menghubungi Bank pelaksana dan pengembang yang membangun rumah sejahtera tapak. Bank pelaksana itu terdiri dari bank umum, bank umum syariah, bank pembangunan daera (BPD)h, serta BPD syariah.
  5. Khusus KPR FLPP untuk Rumah Sejahtera Susun sedikit berbeda Rumah Sejahtera Tapak. Harga satuan Rumah Sejahtera Susun terbanyak yang ditangani oleh program ini sebesar Rp 216 juta, dengan harga permeter persegi terbesar Rp 6 juta. Selain itu, pemohon maksimal berpenghasilan paling banyak Rp 5,5 juta.
 Sumber : Kompas.com

Selasa, 05 Februari 2013

Terbitkan Kartu Debit, BNI Gandeng Jamsostek


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Jamsostek (Persero) merilis kartu co-branding. Kartu berjenis debit ini mengombinasikan akun nasabah BNI dengan kepesertaan Jamsostek dan ditargetkan terbit sekitar 5 juta kartu pada 2013 mendatang.
Gatot M Suwondo, Direktur Utama BNI mengungkapkan, penjajakan kartu debit co-branding ini sudah dilakukan sejak 2010 lalu. “Hingga saat ini, baru 25.000 karyawan BNI dan 4.000 karyawan Jamsostek yang telah mengantongi kartu debit co-branding tersebut,” tutur dia ditemui KONTAN, Jumat (28/12).
Dari sisi potensi pasar, sambung Gatot, terdiri dari 14 juta nasabah BNI dan 110 juta peserta Jamsostek. Sementara, dari sisi pendanaan, pihaknya bisa meraup sekitar Rp 24 triliun dari total iuran kepesertaan Jamsostek. Dengan catatan, seluruh iuran peserta tersebut dilakukan melalui layanan perbankan BNI.
Sebagai tahap awal, Elvyn G Massasya, Direktur Utama Jamsostek mengatakan, pihaknya bakal fokus membidik pesertanya di wilayah Jakarta yang berkisar 5 juta – 6 juta orang. “Ini bisa menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan apabila iuran peserta dibayarkan melalui BNI,” pungkasnya.
Lewat kerja sama ini, BNI menawarkan fitur informasi saldo iuran peserta Jamsostek secara real time dan online. Ini menjadi cikal bakal layanan kepesertaan Jamsostek lewat situs dan pesan singkat alias SMS ke depan, termasuk untuk registrasi elektronik, pembayaran dan klaim secara elektronik.

Selain kerja sama penerbitan kartu debit co-branding tersebut, BNI dan Jamsostek juga meneken nota kesepahaman atawa Memorandum of Understanding (MoU) untuk layanan sebagai bank kustodian. Dengan demikian, BNI akan melayani lima jenis transaksi Jamsostek. Yakni, pertama, penyimpanan efek atau surat berharga.
Kedua, penanganan transaksi. Ketiga, mengurus dan menagih hak-hak Jamsostek sehubungan dengan kepemilikan efek. Keempat, mewakili Jamsostek dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham (RULBPS) dan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang terkait dengan pemilikan Jamsostek atas efek, serta kelima, melayani pengiriman laporan dan informasi.
Tidak hanya itu, Gatot menambahkan, Jamsostek juga melanjutkan kerja samanya terkait pengelolaan cash management. Layanan ini sudah dilakukan sejak 2009 lalu. “Jamsostek memperpanjang kerja sama dengan BNI dalam hal cash management untuk mendukung operasional keuangannya,” ucap Gatot.
Sekadar informasi saja, hingga kini, BNI sudah menaruh payment point di sekitar 16 kantor operasional Jamsostek. Tidak tertutup kemungkinan, bank pelat merah tersebut akan menambah kas-nya di jaringan kantor Jamsostek.

Sumber : tribunnews.com

Sabtu, 02 Februari 2013

Jamsostek Bagikan Imbal Hasil Tertinggi di Dunia

 
Jumat, 1 Februari 2013
Laporan: Feriolus Nawali
RMOL. PT Jamsostek (Persero) memberikan imbal hasil dana pengembangan buat pesertanya sebesar 10,82 persen di tahun 2012 yang merupakan  tertinggi di dunia.
Semula dalam RKAP ditetapkan hasil pengembangan 10,25 persen, tapi realisasinya kita bisa mengembangkan mencapai 10,82 persen, kata Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) Elvyn G Massasya dalam acara Press Gathering di Bandung, Rabu (30/1).
Menurut Elvyn, bunga pengembangan yang diberikan itu merupakan capaian Yield of Investment (YoI) tahun 2012 yang diperoleh dari rata-rata investasi Deposito, Obligasi, Saham, Reksadana, Properti dan Penyertaan.
YoI yang dicapai ini jauh di atas bunga bank, malah bisa dibilang tertinggi di dunia, terangnya.
Adapun hasil JHT Netto milik peserta yang diberikan meningkat dari yang sebelumnya dianggarkan dalam RKAP sebesar Rp 8,845 triliun dengan realisasi Rp 9,73 triliun.
Sementara itu, total asset yang diperoleh Jamsostek meningkat dari Rp 116,63 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 137,5 trilun di tahun 2012 dengan laba diperoleh setelah pajak Rp 2,135 triliun dari sebelumnya Rp 2,020 triliun di tahun 2011.

Jumat, 01 Februari 2013

Laba Jamsostek per 2012

 Jamsostek Berhasil Raup Rp13,23 T pada 2012

Jakarta, Jumat 1 Februari 2013, Okezone.com -

JAKARTA : PT Jamsostek (Persero) mencatatkan hasil investasi sepanjang 2012 sebesar Rp.13,23 triliun. Angka tersebut melebihi target sebesar Rp.12,17 triliun. Perolehan tersebut didominasi oleh perolehan pada saham dan obligasi.

Perolehan tersebut meningkat sebesar 10,93 persen bila dibandingkan dengan perolehan sebelumnya di 2011, selain itu angka tersebut juga melampaui dari target kami, kata Direktur Utama Jamsostek Elvyn Masassya, di Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Elvyn menambahkan, perolehan terbesar berasal dari obligasi sebesar Rp.5,47 triliun, selain itu dari saham sebesar Rp.4,16 triliun. Sedangkan sisanya dari deposito Rp.2,71 triliun, reksa dana Rp.876 miliar, dan properti atau penyertaan Rp100 miliar.

Selain itu bila dilihat dari dana kelolaan sepanjang 2012 mencapai Rp.132,15 triliun atau meningkat 100 persen bila dibandingkan perolehan sama tahun sebelumnya, tambahnya.

Lebih lanjut, jumlah tersebut sebagian besar disalurkan ke obligasi sebesar Rp.54,24 triliun, deposito sebesar Rp42,86 triliun dan untuk saham sebesar Rp27,18 triliun. Sedangkaan untuk reksa dana Rp9,44 triliun dan properti atau penyertaan sebanyak Rp.415 miliar. 

Rabu, 30 Januari 2013

Kondisi Property Malang Raya


MALANG – Harga perumahan di Malang Raya pada awal tahun ini naik 10% hingga 15% dibandingkan tahun lalu.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perusahaan RealEstat Indonesia (REI) Jawa Timur Komisariat Malang Raya, Heri Mursyid Broto Sejati, mengatakan kenaikan harga tersebut disebabkan oleh aspek psikologis.

“Memang ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK), tetapi kenaikan harga properti di Malang Raya pada awal tahun ini lebih disebabkan oleh aspek psikologis, ini kenaikan regular setiap tahun,” ujar Heri saat dihubungi Bisnis, Senin (28/1/2013).

Dia menjelaskan kenaikan TDL lebih berpengaruh pada pengguna, pengembang hanya merasakan kenaikan biaya penyambungan listrik. Pengaruh kenaikan UMK juga tidak berpengaruh langsung pada kenaikan harga rumah.

“Yang paling menentukan biaya produksi dan harga tanah yang setiap tahunnya naik, jadi kenaikan kedua hal itu kurang berpengaruh,” imbuhnya.
Dia menjelaskan kondisi bisnis perumahan dan properti di Malang Raya terus membaik karena ditopang oleh tiga daerah yang menaunginya.

Heri menuturkan Kota Malang misalnya merupakan kota belanja dan pendidikan, sementara Kota Batu merupakan daerah tujuan wisata, serta Kabupaten Malang yang potensial sebagai daerah pertanian dan mempunyai banyak lahan yang perlu dikembangkan lebih lanjut.

“Sehingga tidak mengherankan kalau pertumbuhan bisnis perumahan di Malang berada di posisi ketiga setelah Jakarta dan Surabaya,” ungkapnya.
Sekretaris Jendral DPD REI Jawa Timur Totok Musida menuturkan bisnis perumahan di Jatim dan Malang pada umumnya dari tahun ke tahun terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

“Karena itu ke depannya anggota REI dituntut untuk terus meningkatkan kerjasama dengan para stakeholder maupun pihak pemerintah daerah setempat terutama dalam hal masalah perizinan dan administrasi,” jelasnya.
Dia berharap Pemda memberikan insentif karena bagaimanapun persoalan pengadaan rumah erat kaitannya dengan kebutuhan utama masyarakat. (snd)

Solusi Property :

PT.WIBAWA KARYA NYATA memahami kondisi tersebut dengan tetap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang nyaman, aman dan terjangkau dengan tidak mengurangi kwalitas. CITRA RAYA RIVERVIEW adalah solusi yang di berikan oleh PT. WKN. Lokasinya yang strategis di Kabupaten Malang, harga terjangkau & diskon yang menarik tentunya.

Segera dapatkan info lengkapnya dengan menghubungi marketing : 
Waskito : 081944916699
YM : dlwaskitojanji@ymail.com 

Memahami Bunga Kredit


Sistem Bunga Flat, Efektif, Fixed & Floating Banyak orang yang tidak berkecimpung dalam bidang keuangan yang bingung membedakan sistem bunga flat dan efektif. Bahkan seringkali rancu mencampuradukkan dengan istilah fixed dan floating. Tulisan singkat ini semoga bisa membantu.
SISTEM BUNGA FLAT Bunga Flat adalah sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok hutang awal. Biasanya diterapkan untuk kredit barang konsumsi seperti handphone, home appliances, mobil atau kredit tanpa agunan (KTA). Dengan menggunakan sistem bunga flat ini maka porsi bunga dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama. Misalnya besarnya angsuran adalah satu juta rupiah dengan komposisi porsi pokok 750 ribu dan bunga 250 ribu. Maka, sejak angsuran pertama hingga terakhir porsinya akan tetap sama.
Untuk menghitung besarnya angsuran dengan menggunakan sistem bunga flat ini sebenarnya cukup sederhana, misalnya jika kita hendak membeli mobil seharga IDR 150 juta, maka:

a. Harga mobil itu IDR 150 juta,
b. DP 20%, maka pokok hutang menjadi IDR 120 juta.
c. Ambil contoh saja bunganya 5% flat per tahun
d. Tenor pinjaman tiga tahun

angsuran per bulannya menjadi:
= (120 juta + (120 juta X 5% X 3))/36 bulan
= 138 juta / 36 bulan
= IDR 3.833.334
Di dalam angsuran sebesar IDR 3.833.334 itu terdapat porsi pokok sebesar IDR 3.333.334 dan bunga sebesar IDR 500.000. Dengan demikian jika kita hendak melakukan early repayment atau pelunasan awal, tinggal dihitung saja, kita sudah berapa kali kita membayar angsuran dan dikalikan jumlah porsi pokok hutang itu.
 
SISTEM BUNGA EFEKTIF
Sistem bunga efektif adalah kebalikan dari sistem bunga flat, yaitu porsi bunga dihitung berdasarkan pokok hutang tersisa. Sehingga porsi bunga dan pokok dalam angsuran setiap bulan akan berbeda, meski besaran angsuran per bulannya tetap sama. Sistem bunga efektif ini biasanya diterapkan untuk pinjaman jangka panjang semisal KPR atau kredit investasi.
Dalam sistem bunga efektif ini, porsi bunga di masa-masa awal kredit akan sangat besar di salam angsuran perbulannya, sehingga pokok hutang akan sangat sedikit berkurang. Jika kita hendak melakukan pelunasan awal maka jumlah pokok hutang akan masih sangat besar meski kita merasa telah membayar angsuran yang jika ditotal jumlahnya cukup besar.
Jika dibandingkan kedua sistem bunga itu, maka masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan sistem bunga flat adalah jika kita hendak melakukan pelunasan awal, maka porsi pokok hutang yang berkurang cukup sebanding dengan jumlah uang yang telah kita angsur. Namun kelemahannya, bunga itu cukup besar karena dihitung dari pokok hutang awal.
Sistem bunga efektif akan lebih berguna untuk pinjaman jangka panjang yang tidak buru-buru dilunasi di tengah jalan, karena jika kita membandingkan nominal bunga yang kita bayarkan, jauh lebih kecil dari sistem bunga flat.
Berdasarkan hitung-hitungan kasar saya, nominal yang dihasilkan perhitungan suku bunga flat kira-kira hampir dua kali suku bunga efektif; misalnya kredit dengan bunga 5% flat itu kira-kira sama dengan kredit 10% bunga efektif.
Dengan mengambil contoh kredit mobil di atas, maka sebenarnya besarnya angsuran sebesar IDR 3.833.334 itu jika menggunakan metode perhitungan bunga efektif, maka bunga yang dikenakan pada debitur itu sekitar 10%. Sedangkan jika kita menggunakan sistem efekti dengan tingkat suku bunga 5%, maka besarnya angsuran hanya IDR 3.596.508.
FIXED VS FLOATING
Sesuai dengan namanya, suku bunga fixed artinya suku bunga itu bersifat tetap selama periode tertentu atau bahkan selama masa kredit, sedangankan suku bunga floating, artinya bunga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Jadi jika membandingkan maka flat >< efektif dan fixed >< floating. Biasanya terdapat kombinasi, yaitu flat-fixed, artinya bunganya pakai sistem flat dan bersifat tetap selama masa kredit; dan efektif-floating, yaitu menggunakan sistem bunga efektif dan besaran bunga bisa berubah tergantung kondisi pasar finansial.
 
Contoh Perhitungan Bunga Kredit Flat, Efektif, dan Anuitas
Misalkan Anda mengambil kredit di bank sebesar Rp 12 juta dengan masa cicilan 12 bulan dan bank menggunakan sistem bunga tetap. Contoh perhitungan berikut menggunakan bunga flat 6%, bunga efektif 12%, dan bunga anuitas sebesar 12%.
------------------------------------------------------------------------------
Bunga Flat

Rumus:
total Bunga = P x I x N
bunga perbulan = total bunga / B
besar angsuran = (P + total bunga) / B

* P : Pokok kredit
* I : Suku bunga per tahun
* N : Jangka waktu kredit dalam satuan tahun
* B : Jangka waktu kredit dalam satuan bulan

Perhitungan Bunga Flat :
Total Bunga = Rp 12.000.000 × 0,06 × 1 = Rp 720.000
Bunga per BUlan = Rp 720.000 : 12 = Rp 60.000
Besar Angsuran = (Rp 12.000.000+Rp 720.000 ) / 12 = Rp 1.060.000
------------------------------------------------------------------------------
Bunga Efektif

Rumus : Bunga per Bulan = SA x I/12
* SA : Saldo Akhir Periode
* I : Suku bunga per tahun

Perhitungan Bunga Bank Efektif :
Bunga bulan pertama = Rp 12.000.000×12%/12 = Rp 120.000
Angsuran pokok tiap bulan = Rp 12.000.000/12 = Rp 1.000.000
------------------------------------------------------------------------------
Bunga Anuitas

Rumus : Angsuran Bulanan = P x I/12 x 1/(1-(1+i/12)m)
* P : PokokKredit
* I : Suku bunga per tahun
* m : Jumlah periode pembayaran (bulan)

Perhitungan Bunga Bank :
Angsuran bulanan = Rp 12.000.000×12%/12×1/1-(1/(1+12%/12)12 )
= Rp 1.066.183,519
Dikutip dari buku : "230+ sumber pinjaman untuk usaha anda"
------------------------------------------------------------------------------
Tips Kredit Bank
Dibawah ini tips untuk membantu anda memutuskan.
  • Tanyakan sistem perhitungan suku bunga yang dipakai lembaga tersebut. Biar lebih yakin minta print out simulasi angsuran kepada petugas bank. Disini anda dapat mengamati perbulannya berapa cicilan bunga dan cicilan pokok. Begitu juga disini anda dapat memperhitungkan sendiri seandainya ditengah masa pembiayaan tiba-tiba ingin melunasi. Kewajiban pokok tinggal berapa dan kewajiban bunga tinggal berapa. Tanyakan apakah kewajiban bunga kudu diselesaikan semuanya atau hanya bunga yang terjadi pada bulan tersebut saat kita akan melunasinya.
  • Jangan lupa tanyakan selain bunga yang dibebankan biaya apa saja yang harus anda bayar. Biasanya ada biaya administrasi, biaya provisi, biaya asuransi, biaya materai, biaya notaris dan biaya-biaya lain.
  • Agar anda tidak menyesal, setidaknya informasi simulasi print out angsuran anda dapatkan dari beberapa bank. Anda dapat membandingkan bank mana yang lebih murah baik bunga atau biayanya. Jangan takut tidak diberi informasi oleh mereka, karena pada dasarnya anda adalah pembeli. Pembeli adalah raja.
  • Jangan segan untuk menawar bunga yang ditawarkan oleh bank. Dalam dunia perbankan atau dunia bisnis, biasa dilakukan tawar menawar berapa bunga yang dikenakan. Malah kalau anda tidak menawar bisa dicurigai kalau anda ini bukan pebisnis...he..he..he.. bisa-bisa anda dikira seorang dermawan.
  • Katakanlah anda telah mendapat kredit dari bank, ditengah masa tiba-tiba bunga pasar cenderung menurun, saran saya jangan segan-segan untuk meminta diskon bunga kebank. Kalau tidak mau banknya memberikan, sampaikan saja bahwa anda akan memperoleh kredit yang lebih murah dan kredit dibank ini akan anda lunasi. Sekedar anda tahu, bank paling tidak suka adanya pelunasan kredit sebelum waktunya. Mengapa? ya karena potensi pendapatan bunganya hilang / tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Menghitung Angsuran atas Pinjaman Bank dari MS EXcel
Microsoft Excel Kalau kita akan meminjam uang di bank, saat pembicaraan berapa angsuran yang harus dibayarkan per bulannya atas pinjaman yang kita lakukan, biasanya kita diberi atau sekedar diperlihatkan selembar kertas yang berisi baris baris-baris besarnya pinjaman, masa pinjaman dan besarnya angsuran yang harus dibayarkan per bulannya. Kalau tidak salah besar pinjaman yang tertera di situ jumlahnya dalam kelipatan lima juta atau sepuluh juta.
Dengan menggunakan fungsi yang ada pada aplikasi MS Excel, kita dapat membuat perhitungan besarnya angsuran yang harus dibayar perbulannya untuk setiap jumlah pinjaman yang akan diambil, termasuk jumlah pinjaman yang tidak tercantum dalam kertas yang diberikan oleh bank. Mungkin ada beberapa cara perhitungan angsuran, dan yang saya tulis di sini –menurut pengetahuan saya– paling banyak digunakan, antara lain BCA, Bank Mandiri, dan BII.
Contoh kasusnya, kita akan meminjam uang sebesar Rp 45.000.000,00 untuk masa pinjaman 5 tahun. Bunga yang berlaku pada saat itu misalnya 16% per tahun. Misalnya kita tuliskan masing-masing nilai ini dalam cell pada worksheet MS Excel.

A1 = 45000000
A2 = 5
A3 = 16%

Hasil perhitungan besarnya angsuran akan kita letakkan pada cell A5, maka untuk cell A5 kita masukkan formula berikut:



Perhitungan tersebut akan menghasilkan nilai negatif, karena dilihat dari sudut pandang kita mengeluarkan uang.

Dari besarnya angsuran yang didapat, mungkin kita ingin mengetahui besarnya pokok pinjaman dalam cicilan yang kita bayarkan. Misalnya kita akan meletakkan hasil perhitungannya pada cell A6, formula yang yang dimasukkan:



cicilan_ke kita ganti dengan bilangan 1, 2, 3 dan seterusnya menunjukan angsuran ke-1, ke-2, ke-3 dan seterusnya.

Besarnya bunga yang dibayarkan, kita dapat menghitung langsung dari besarnya angsuran dikurangi pokok pinjaman yang dibayarkan. Jika dihitung dengan menggunakan fungsi pada MS Excel, formula yang dimasukkan sebagai berikut:




=PMT(A3/12;A2*12;A1)

=PPMT(A3/12;cicilan_ke;A2*12;A1)

=IPMT(A3/12;cicilan_ke;A2*12;A1)


Kalau kita perhatikan dengan keadaan bunga tetap, jumlah angsuran akan sama untuk tiap bulannya, besar pokok pinjaman akan semakin naik dan bunga yang dibayarkan akan semakin turun untuk setiap angsuran bulanannya.

Berikut saya lampirkan file MS Excel untuk perhitungan tersebut.


Sumber-sumber bacaan tentang Bunga Bank, Bank dan Keuangan dan Download file-file contoh penghitungan macam-macam jenis/tipe bunga bank :

Demikian semoga anda sedikit lebih paham perbedaan antara bunga flat & anuitas.
Semoga bermanfaat.

Sumber : UBB.com